Pertemuan kelima kampanye Toleransi Agama


Pertemuan kelima dilakukan pada tanggal 27 April 2018. Kegiatan keagamaan yang kami liput ialah agama Buddha dan Hindu. Kegiatan berlangsung di Ruang BK . kegiatan keagamaan digabung karena jumlah siswa penganut agama Buddha dan Hindu sedikit. Mereka melakukan peribadatan sesuai dengan aturan agama masing-masing.  Yang beragama Buddha membawa kitab sucinya yang bernama BHAGAVAD GITA, sedangkan yang beragama Hindu tidak membawa kitab sucinya. Di SMAN 23 Jakarta ini tidak memiliki guru agama Hindu dan Buddha dikarenakan anggotanya sedikit. Setelah mereka melakukan kegiatan peribadatan, mereka mendapatkan informasi yang diberikan mengenai kegiatan belajar mengajar, kegiatan sekolah, informasi mengenai tamu yang hadir juga peringatan untuk menjaga tanaman yang ditanam secara bersama-sama di tiap kelas. Saat itu kami sempat mewawancarai ibu yang mengurus bagian Agama Buddha dan Hindu, dalam wawancara tersebut kami menanyakan bagaimana sekolah ini mengajarkan agama Buddha dan Hindu sedangkan mereka tidak memiliki guru agama mereka di SMAN 23 Jakarta dan menanyakan pandangannya mengenai toleransi beragama yang diterapkan di sekolah. Untuk pembelajarannya mereka belajar sendiri di ruang BK, setelah itu mereka tanyakan kembali ke guru agama mereka masing-masing. Jika sedang melakukan ujian tengah semester dan ujian akhir semester mereka tetap ujian di sekolah tersebut melainkan untuk mendapatkan hasilnya sekolah tersebut mengirim hasil jawabannya ke tempat ibadahnya masing-masing maka nanti hasilnya dikembalikan ke sekolah tersebut, untuk pembelajarannya mereka belajar sendiri di ruang BK, setelah itu mereka tanyakan kembali ke guru agama mereka masing-masing. Untuk kegiatan keagamaan Agama Hindu dan Buddha, contohnya seperti yang tadi kami liput, yaitu kegiatan ibadah tiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menurutnya, toleransi beragama sangat penting untuk murid-murid supaya terjadi keharmonisan antarumat beragama.

Komentar

Postingan Populer